0 komentar Jumat, 16 Desember 2011

Lima Alasan untuk menggunakan LED Monitor

1. Hemat energi
Pasti penting kan? Sekarang udah ada monitor yang punya motion sensor. Kalau agan lagi away dari depan komputer, otomasi monitornya meredup/ gelap. Kalo agan dateng lagi, nyala lagi. Bukan sulap bukan sihir gan hehehe..

Selain itu, ada juga yg namanya light sensor. Iini biasanya ada hubungannya sama sama ruangan gelap/ terang. Kalo di ruangan redup, pasti mata suka sakit karena monitor terlalu terang kan? Nah light sensor bisa bantu nyesuain ini. Di ruangan terang, otomatis si monitor making terang, dan sebaliknya.
Ada juga pilihan eco saving buat hemat energi. Tinggal pilih mau hemat berapa persen energi. Sama satu lagi, ada timer yang bisa diatur yang memungkinkan si monitor mati sendiri.

2. Gambar lebih tajam
Walau hemat energi, bukan berarti tampilan LED monitor biasa2 aja. Justru makin cerah, tajem dan cemerlang. Bandingin main game atau nonton film di LCD monitor, TV biasa dan di LED monitor. Agan pilih mana? Gw sih LED monitor hehe..

3. Canggih
Sekarang udah ada teknologi di LED monitor yang memungkinkan gambar atau film di monitor selalu berada di tengah kalo diliat dari angle manapun.

4. Trend
Makin kesini, LED monitor makin dicari banyak orang. Intinya mulai jadi trend. Buat yang doyan main game, atau kerjanya di depan komputer mulu, pasti penting banget untuk punya LED monitor yang punya banyak kelebihan

5. Ukuran lebih slim
Rata-rata kelebihan monitor LED satu paket sama ukurannya yg slim. Jadinya keliatan keren dan gak makan tempat. Buat yang sibuk kerja, penting nih punya monitor yg slim.. supaya gak bikin penuh mejanya dan gak bikin stress hehehe »» baca semua

Pohon Sintetis Yang 1000X Lebih Hebat Dari Pohon Biasa Dalam Penyerapan CO2

Ide brilian bisa datang dari mana saja. Untuk tugas sekolah, sepuluh tahun lalu, Klaus Lackner menyarankan anak perempuannya membuat penyerap debu. Ternyata tugas sekolah sang anak memantik profesor geofisika di Universitas Columbia, Amerika Serikat, itu berpikir lebih jauh.

Dia lantas merancang alat penyerap karbon dioksida dari polusi kendaraan bermotor dan pabrik. Dinamai 'pohon sintetis', alat itu bisa menyerap CO2 seribu kali lipat dari pohon alam.

Kini Laboratorium Global Research Technologies, Colorado, mengembangkan pohon sintetis berbahan aluminium. Dan Komisi Energi Amerika telah menyetujuinya. 'Tujuan akhir proyek ini adalah menyingkat 100 ribu tahun penyerapan polusi oleh pohon menjadi 30 menit saja,' kata Lackner kepada CNN pekan lalu.



Bentuk pohon sintetis mirip antena penyerap sinar ultraviolet--berukuran 30 x 5 meter. Dasar kerjanya sama, yakni menghadang karbon dioksida di udara. Seperti pohon asli, panel Lackner mampu mengembuskan oksigen. Sisa karbon bisa dipakai untuk mesin pengeboran minyak lepas pantai, hidrokarbon, atau avtur.

Satu pohon sintetis bisa menyerap karbon dioksida seluas satu hektare, atau setara dengan 90 ribu ton CO2 (emisi dari 15 ribu mobil) dalam setahun. Jika pohon sintetis bisa diproduksi massal dan efektif bekerja di negara-negara maju, emisi karbon di dunia bisa berkurang setidaknya seperlimanya.

Setiap tahun ada 29 miliar ton karbon dioksida terpompa ke atmosfer: 80 persen berasal dari kendaraan bermotor. Setiap 1 gram bensin menghasilkan 3,14 gram karbon dioksida. Di Indonesia, konsumsi bensin per tahun mencapai 584 juta barel per tahun. Artinya, ada 291,5 juta ton karbon dioksida yang kita hasilkan dalam satu tahun.


Cara kerjanya :
»» baca semua

0 komentar Selasa, 02 Agustus 2011

pesan anak somalia di bulan ramadhan



Mendadak, saya ingat anak-anak Somalia yang hari ini dirajam kelaparan. Tulang iganya yang nyaris mecuat, menembus kulit tipis, sungguh meremukkan hati. Sebagian bertahan hidup, tapi juga ribuan yang akhirnya meregang nyawa. Terik matahari yang membakar, ditimpali tanah tandus berdebu, melengkapi betapa ekstrim kehidupan bocah-bocah Somalia. Jika bayangan itu terlintas, sungguh agak berat, tenggorokan menelan sesuap nasi.

Tapi, Somalia itu amat jauh di benua Afrika. Kita, sulit menjangkaunya andai ingin berbagi sepiring nasi. Namun, tragedi kelaparan yang mengerikan itu, tetap membawa pesan kemanusiaan pada umat manusia di berbagai belahan bumi. Yakni, bersyukurlah dengan apa yang terhidang hari ini di meja makan. Meski hanya nasi putih dengan garam.

Jerit kelaparan bocah Somalia, juga perlu menyadarkan diri agar hidup tidak rakus, serakah, dan selalu kurang. Sebuah bangsa juga perlu sadar, agar hati-hati mengelola kekayaan Negara. Pemimpin, wakil rakyat, dan pemangku kebijakan, juga perlu sadar diri, bahwa nestapa bocah Somalia, tak muskil terjadi di Indonesia yang subur dan hijau ini. Jika tata kelolanya makin hancur, korupsi terus membudaya, dan penguasa berkhianat pada amanat rakyat. Bukankah dalam sejarah, bangsa ini juga pernah dirajam paceklik yang menciptakan kelaparan di seantero negeri.

Air mata bocah Somalia, juga menasehati agar nurani ini hidup. Panca indera jangan dimatikan, agar tak ada anak tetangga kita yang kelaparan. Kita bisa belajar pada rumput di halaman rumah, yang selalu dipangkas tiap daunnya lebat. Rumput itu, tak akan mati karena dipotong, tapi ia tumbuh makin subur. Demikianlah sejatinya, makna berbagi dan memberi pada orang lain atas harta yang kita miliki. Seorang bijak berkelakar, uang seribu tak akan bikin melarat karena disedekahkan, juga tak akan menambah kaya karena disimpan.

Sudah menjadi bagian dari sunatullah, di dunia ini selalu ada kesenjangan. Kemiskinan itu ada, pada hakikatnya karena ada orang kaya, dan diperuntukkan bagi orang-orang miskin. Mereka terlihat baik dan buruk amalnya, dari caranya memperlakukan fakir dan miskin. Niscaya tidak akan ada arti dan maknanya, harta melimpah jika tidak ada orang-orang miskin.

Dari sudut keimanan, orang kaya memandang saudara-saudara mereka yang tidak beruntung sebagai berkah. Ladang baginya untuk menumpuk amal shaleh. Bukan sebaliknya, fakir-miskin dipandang sebagai lalat-lalat pengganggu.

Sikap yang indah ini, terlihat dalam pola interaksi Rasulullah dengan para sahabatanya yang mayoritas bekas budak, kalangan gembel yang lusuh penampilannya dan tidak nyaman aromanya.

Ketika Nabi masuk ke majelis, beliau memilih duduk dalam kelompok orang-orang miskin. Kerapkali Rasulullah berkata, “Alhamdulillah, terpuji Allah yang menjadikan di antara umatku kelompok yang aku diperintahkan bersabar bersama mereka. Bersama kalianlah hidup dan matiku. Gembirakanlah kaum fukara muslim dengan cahaya paripurna pada hari kiamat. Mereka mendahului masuk surga sebelum orang-orang kaya setengah hari, yang ukurannya 500 tahun. Mereka bersenang-senang di surga sementara orang-orang kaya tengah diperiksa amalnya.”

Namun, Rasulullah juga telah bersabda: Orang yang miskin itu bukanlah orang yang berjalan ke sana sini meminta-minta kepada manusia, kemudian diberikan dengan sesuap dua makanan dan sebiji dua buah kurma.

Para Sahabat bertanya: Kalau begitu siapakah orang miskin yang sebenarnya wahai Rasulullah? Nabi bersabda: Orang yang tidak mendapati kesenangan yang mencukupi buatnya, tetapi mereka tidak tahu karena kesabaran dia menyembunyikan keadaannya dan tidak meminta-minta kepada orang lain, dia akan diberikan sedekah tanpa dia meminta dari orang lain. (HR Bukhari, Muslim, Nasai).

Saat ini, semua muslim tengah mendaras makna puasa Ramadhan. Dalam kelaparan sehari, banyak hikmah dipetik agar kualitas hidup kedepan lebih baik, berkah, dan diwarnai nilai-nilai keberpihakan pada kaum lemah. Lapar sehari belum sebanding dengan laparnya bocah-bocah Somalia yang berbulan-bulan tanpa asupan hidup. Hingga tampaklah kering tulang iganya dan lemah tubuhnya, kemudian maut membayanginya.

Kita bisa mengasah nilai-nilai puasa Ramadhan dengan belajar pada tragedi-tragedi kemanusiaan. Agar hidup lebih syukur, tidak egois, dan jauh dari budaya pelit. Wallahu’alam.

sumbernya jugaran. http://regional.kompasiana.com/2011/...ocah-somalia/#


»» baca semua

0 komentar Sabtu, 23 Juli 2011

Sekilas Tentang PhysX dan CUDA


NVIDIA® PhysX™ dan CUDA™ adalah sebuah MahaKarya (jika bisa saya bilang begitu) dari para developers Nvidia, yang keduanya merupakan alat optimasi untuk meningkatkan kinerja hardware dari Nvidia, khususnya pada optimasi kinerja GPU (Graphic Processing Unit).
Graphic Processing Unit sendiri merupakan sebuah alat/hardware, yang berfungsi sebagai render grafis terdedikasi dalam kesatuan sistem hardware PC atau Notebook. GPU bisa berada pada Video Card khusus (VGA Card) atau terintegrasi dalam Motherboard berupa Integrated GPU.

GPU berfungsi untuk mengolah dan memanipulasi grafis pada CPU (Central Processing Unit), untuk nantinya ditampilkan dalam bentuk Visual Grafis pada Monitor (output).
Dalam kaitan dengan PhysX dan CUDA pada GPU keluaran Nvidia. Para Developers Nvidia secara simultan menyusun alat-alat khusus, baik berupa software, dan alogaritma dalam perhitungan tertentu, untuk meningkatkan Performa Grafis dari GPU Nvidia yang ada.
Pada dasarnya, PhysX dan CUDA adalah alat/tools yang berbeda, namun dapat bekerjasama dengan baik sebagai optimator grafis GPU Nvidia. PhysX lebih meng-khususkan diri pada optimasi sektor grafis, sedangkan CUDA kepada lebih banyak sektor (termasuk juga sektor grafis, yang bisa dikombinasikan dengan optimasi grafis PhysX).
======================================================
A. PhysX
PhysX adalah proprietary (closed source) realtime >physics engine< middleware SDK, yang dikembangkan oleh NVIDIA (aslinya oleh AGEIA), untuk mengakselerasi performa PhysX-enabled Video Games.
PhysX sendiri diklaim merupakan “Physics Engine” yang powerfull, sehingga telah di”adopsi” oleh lebih dari 150 Games, digunakan oleh lebih dari 10.000 pengguna (yang terdaftar), dan telah disupport oleh Sony Playstation 3, Xbox 360, Nintendo Wii, serta PC.
Video Games yang telah mendukung/support akselerasi hardware oleh PhysX dapat diakselerasi performa grafisnya, baik oleh PhysX, maupun CUDA-enabled GeForce GPU secara bersamaan.
Akhirnya,  perhitungan “physics” dari CPU menjadi lebih cepat,  yang kemudian mengijinkan seluruh sistem mampu menyediakan “framerate” yang lebih cepat, sehingga menghasilkan pengalaman gaming yang lebih halus.
Sebagai tambahan, PhysX telah didesain secara spesifik untuk akselerasi hardware dari Processor yang powerful dengan ratusan core (inti). Dikombinasikan dengan kemampuan proses yang luar biasa dari GPU. PhysX akan menyediakan peningkatan eksponensial (perkalian berulang) pada kekuatan proses “physics”.
Peningkatan ini akan membawa kita pada level baru bermain game, yang lebih kaya, “membenamkan” kita lebih dalam pada lingkungan game dengan fitur-fitur:
  • Ledakan yang menghasilkan debu dan reruntuhan.
  • Karakter yang lebih kompleks secara geometris, untuk gerakan dan interaksi yang lebih hidup.
  • Senjata-senjata baru yang spektakuler, dengan efek yang luar biasa.
  • Pakaian yang “jatuh” dengan lipatan-lipatan yang lebih natural.
  • Kabut dan asap tebal yang tersapu/terkibas disekitar objek yang bergerak.

Agar lebih mudah memahami cara kerja PysX, kita perlu memahami perbedaan “Graphic Processing” (proses grafis) dengan “Physics Processing” (proses physics).
Proses grafis yang dilakukan oleh GPU berlaku secara umum terhadap seluruh pengolahan dan manipulasi grafis yang diperintahkan oleh CPU. Hal ini berarti semua visual grafis yang bisa kita lihat dalam output di monitor, berasal dari proses grafis/Graphic Processing.
Sedangkan proses physics adalah proses simulasi fisika, yang mensimulasikan model fisika dari Newton menggunakan varibel berupa masa, kecepatan, pergesekan, serta tahanan angin.
Proses physics yang diakomodir oleh Physics Engine (seperti PhysX dalam GPU Nvidia), dapat mensimulasi dan memprediksi efek-efek dalam berbagai kondisi pada dunia fantasi, agar dapat menyerupai kondisi real pada dunia nyata. Proses ini biasanya dilakukan pada simulasi ilmiah dan dalam video games.
PRINSIP KERJA PHYSICS ENGINE:
Pada game-game terdahulu (tanpa physics engine), gerakan objek dalam game dilakukan secara langsung, dengan mengubah posisi objek tersebut. Dengan physisc engine, objek tidak lagi digerakkan secara langsung, tetapi dispesifikasikan berdasarkan force berdasarkan input dari pemain, dalam setiap loop pada setiap objek dalam game.
Physics engine bertugas untuk menghitung perkiraan posisi dan orientasi selanjutnya dari objek tersebut.
Ada dua proses utama dalam Physics Engine; yang pertama adalah melakukan “collision detection”. Output dari modul ini kemudian diberikan pada komponen kedua, yaitu “simulation system” (sering disebut “integrator”), untuk melakukan perhitungan berdasarkan rumus fisika. Simulation system kemudian akan memberikan update properti dari objek yang disimulasikan.
==================================================
B. CUDA
CUDA adalah singkatan dari Compute-Unified-Device-Architecture. Secara sederhana, CUDA adalah kumpulan program-program yang menerjemahkan teks dalam bentuk bahasa komputer (computer language) berupa source language/source code, ke dalam bentuk bahasa komputer yang lain (target language/object code).
NVIDIA CUDA technology merupakan suatu lingkup bahasa pemrograman “C” yang membuka akses kekuatan prosesing dari GPU, untuk memecahkan hampir seluruh tantangan intensif dari komputasi / perhitungan yang kompleks dari proses GPU tersebut.
Nvidia GeForce 9100M G pada ACER Aspier 4530
merupakan GPU yang sudah suport arsitektur CUDA
Arsitektur CUDA memungkinkan GPU (yang telah support CUDA) menjadi arsitektur terbuka seperti layaknya CPU (Central Processing Unit a.k.a Processor). Hanya, tidak seperti CPU, GPU memiliki arsitektur banyak-inti yang pararel.
Setiap inti memiliki kemampuan untuk menjalankan ribuan “thread” secara simultan. Jika aplikasi yang dijalankan sesuai dengan arsitektur ini, GPU dapat menyediakan keuntungan yang lebih besar dari segi performa proses aplikasi tersebut.

KEUNGGULAN ARSITEKTUR CUDA:

  • CUDA menggunakan bahasa “C” standar, dengan beberapa ekstensi yang simpel.
  • Scattered writes (penyebaran penulisan) – kode dapat ditulis pada tujuan-tujuan yang tersebar dalam memori.
  • Shared memory – CUDA menyingkapkan wilayah memory yang cepat (berukuran 16 KB) yang dapat di bagi  diantara thread-thread yang ada. Hal ini dapat digunakan sebagai user-managed-cache, sehingga mengaktifkan bandwitdth yang lebih besar (dari besaran bandwidth yang dimungkinkan), menggunakan texture loops.
  • Proses download dan readbacks yang lebih cepat, dari dan ke GPU.
  • Support penuh terhadap operasi integer dan bitwise.
Keterbatasan CUDA (terutama di sektor grafis) adalah; CUDA tidak support texture rendering, Bus Bandwidth dan latensi antara CPU dengan GPU bisa jadi bottleneck (tidak imbang), serta CUDA hanya terdapat pada GPU Nvidia :)
NVIDIA’s CUDA development tools terbagi atas 3 komponen kunci yaitu:
1. CUDA driver
2. A complete CUDA toolkit
3. CUDA SDK code samples
CUDA Toolkit adalah pengembangan lingkunan bahasa “C” untuk CUDA-enabled GPU. Ruang lingkup pengembangan CUDA termasuk:
  • NVCC “C” compiler
  • CUDA FFT and BLAS libraries for the GPU* Profiler* gdb debugger for the GPU
  • CUDA runtime driver (also available in the standard NVIDIA GPU driver)
  • CUDA programming manual
Sedangkan contoh kode CUDA SDK adalah contoh source code yang dikembangkan oleh para developer CUDA, untuk menolong kita dalam memulai penggunaan CUDA. Contoh kode CUDA SDK termasuk:
  • Parallel bitonic sort
  • Matrix multiplication
  • Matrix transpose
  • Performance profiling using timers
  • Parallel prefix sum (scan) of large arrays
  • Image convolution
  • 1D DWT using Haar wavelet
  • OpenGL and Direct3D graphics interoperation examples
  • CUDA BLAS and FFT library usage examples
  • CPU-GPU C- and C++-code integration
  • Binomial Option Pricing
  • Black-Scholes Option Pricing
  • Monte-Carlo Option Pricing
  • Parallel Mersenne Twister (random number generation)
  • Parallel Histogram
  • Image Denoising
  • Sobel Edge Detection Filter
Dengan pembahasan di atas, kita dapat mengetahui bahwa baik PhysX maupun CUDA memang merupakan alat optimasi GPU untuk performa yang lebih prima. Keduanya murni merupakan software / alogaritma / source code / dan bukan perangkat keras (hardware tambahan).
Tapi tetap saja, keduanya merupakan sebuah (lagi-lagi saya sebut) mahakarya dari para developers Nvidia (juga AGEIA) yang sangat cemerlang.
Dengan menggabungkan kedua fitur tersebut, GPU Nvidia yang sudah support PhysX dan CUDA bisa mendapatkan performa terbaiknya sebagai sebuah Graphic Processing Unit yang powerfull. Akhirnya, kita sebagai pelanggan yang diuntungkan.
(wah kayak iklan aja, hehe :) )
Dompet tetap terjaga tapi performa akan terus meningkat seiring terus berkembang dan semakin barunya PhysX dan CUDA yang disediakan.
Selain itu, jika menginginkan performa grafis yang lebih memuaskan, kocek memang harus digali lebih dalam. Harga mungkin tidak pernah berbohong, tapi kita bisa “bermain cerdas” atas kecerdasan para developers Nvidia bukan? 8)
»» baca semua

Tak Perlu Repot, Koper Ini Bisa Jadi Taksi Pribadi

Tak Perlu Repot, Koper Ini Bisa Jadi Taksi Pribadi
INILAH.COM, London – Berlari menuju bandara demi mengejar waktu penerbangan bisa sangat merepotkan. Kini soal itu tak lagi jadi masalah berkat koper ‘taksi’ ini.
Koper buatan Micro-Luggage dirancang bagi mereka yang ingin ‘ngebut’ ke bandara. Koper ini juga bisa berfungsi sebagai skuter. Koper seharga 250 GBP (Rp3,5 juta) ini mampu menampung barang 26 liter dan saat ini sedang dipasarkan di pasar penerbangan.
Koper hasil rancangan Micro Scooters Inggris ini juga bisa dilepas dari skuternya dan dibawa layaknya koper roda biasa. Micro Scooters merupakan perusahaan berbasis Colchester, Inggris, penghasil skuter mikro yang terkenal pada awal 2000.
Juru bicara perusahaan ini mengatakan, “Kini perusahaan ini ingin menggebrak kembali melalui skuter Micro Luggage”. Tak hanya menjadi pilihan yang lebih sehat dibanding mobil, skuter ini menjadi solusi mengurangi jejak karbon, lanjutnya.
Penumpang pesawat Dave Gardner (35) mengakui koper ini sangat membantu saat ia berada di bandara. Bagaimanapun juga seperti dilaporkan Dailymail, harga koper ini terbilang mahal. [mor]
nah kalo koper ini nanti ada di indonesia bagaimana jadinya ya?
»» baca semua

Bos Google Menggunakan Taksi Temui Wapres

Bos Google Menggunakan Taksi Temui Wapres
Jakarta (ANTARA) - Mantan CEO Google yang kini menjadi Executive Chairman (Pimpinan Eksekutif) raksasa interntet tersebut, Eric Schmidt datang ke Istana Wakil Presiden Boediono, Jumat, dengan menggunakan taksi.
Eric bersama tiga orang rekannya datang sekitar pukul 10.50 WIB, menggunakan taksi Silver Bird Alphard warna hitam dengan nomor polisi B 1061 SUA. Eric diagendakan bertemu Wakil Presiden Boediono pada pukul 11.00 WIB.
Seperti diberitakan, Google berencana untuk berinvestasi ke Indonesia. Negara yang dikenal dengan zamrud katulistiwa ini, dinilai memiliki pertumbuhan internet yang cepat. Indonesia termasuk negara pengguna berbagai program internet terbesar seperti Google dan Facebook.
Eric menjadi CEO raksasa internet Google tersebut pada 2001-2011. Pada 2011 Eric diangkat menjadi pimpinan eksekutif dan menyerahkan jabatannya sebagai CEO kepada salah satu pendiri Google, Larry Page.
Semasa kepemimpinan Eric, Google tumbuh pesat dan menjadi raksasaa dunia yang hingga saat ini masih bertahan.
Meski tidak menjabat lagi sebagai CEO, Eric dengan jabatannya yang baru masih memberikan pendampingan disebutnya "adult supervision."
Sebelum menjabat CEO Google, Eric Schmidt sudah makan asam garam di perusahaan teknologi. Ia pernah menjabat sebagai CEO Novell dan Chief Technology Officer (CTO) Sun Microsystems.
Eric juga pernah menduduki jabatan dewan direksi di Appel pada 2006 dan ia mengundurkan diri pada 2009 karena dinilai adanya konflik kepentingan antara dua raksasa IT tersebut.
Majalah asal AS, Forbes memberitakan Eric Schmidt berhasil mengumpulkan kekayaan mencapai 7 miliar dolar AS sesuai data yang dilansir Forbes.
Tak lagi menjabat CEO, Eric Schmidt tetap di Google sebagai Executive Chairman yang akan lebih fokus pada transaksi, kemitraan, pelanggan, dan hubungan bisnis yang lebih luas.
Eric Emerson Schmidt lulusan Princeton University dan menyelesaikan master dan doktor di University of California Barkeley.
sumber : 
»» baca semua

Google Berniat Buka Kantor di Indonesia

Google Berniat Buka Kantor di Indonesia
REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA - Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, mengatakan raksasa Internet Google berniat membuka kantor cabang di Indonesia. Sebelumnya, Google telah membuka cabang di Malaysia, Singapura dan Thailand.
"Kalau mereka ada di sini akan ada banyak perusahaan lain yang dukung keberadaan mereka di sini," tutur Mari di sela-sela acara Regional Entrepreneurship Summit 2011, Nusa Dua, Bali, Jumat (22/7). Namun, ia mengutarakan, jika Google membuka kantor cabang di Indonesia, diperlukan peranan dari pihak lain untuk mendukung keberadaan Google.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan, menambahkan sejauh ini belum ada komitmen investasi dari Google. Namun, ia mengatakan kalau Indonesia merupakan destinasi luar biasa untuk bisnis Google.
Gita memperkirakan dalam satu-dua bulan ke depan sudah ada perkembangan dari minat awal Google untuk hadir di Indonesia. "Yang jelas potensi pengguna internet yang besar menjadi daya tarik Google untuk segera membuka kantor perwakilan seperti di Singapura dan Malaysia," kata Gita.
»» baca semua

Perbanyak Sperma dengan Mangga dan Almond

Perbanyak Sperma dengan Mangga dan Almond 
TRIBUNNEWS.COM - Informasi yang satu ini mungkin akan sangat berguna bagi mereka yang tengah mendambakan momongan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Universitas Western Australia menemukan mengonsumsi mangga dan almond dapat meningkatkan produksi sperma.
Mangga dan almond yang kaya akan antioksidan, beta-karoten dan vitamin E dapat membantu pria untuk memproduksi lebih banyak sperma. Kombinasi dari ketiganya juga dapat melindungi sperma dari kerusakan.
Penelitian ini juga menemukan mengonsumsi buah dan sayur berwarna oranye seperti, wortel, dan labu dapat meningkatkan kualitas sperma.
"Ini adalah hal yang umum bahwa sperma berperang untuk dapat membuahi sel telur. Yang paling kompetitif akan menjadi pemenangnya. Kami menemukan sperma yang mendapatkan asupan antioksidan memiliki kecepatan tinggi dan kualitas prima," kata pimpinan penelitian, Leigh Simmons. »» baca semua

Kategori :


Copyright :
echoaxis 2011
Themes by bagas69